PERTEMUAN : 1
KELAS/SEMESTER : X MIPA 2 / 1
MATERI : Ikatan Kimia
IKATAN KIMIA
Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi antara atom-atom yang
membentuk molekul-molekul.
1.
KESTABILAN UNSUR
1.
Kestabilan Unsur Gas Mulia
Atom-atom dapat dikelompokkan menjadi atom logam, nonlogam,
metaloid, dan gas mulia. Atom-atom gas mulia bersifat stabil, sedangkan
atom-atom lainnya bersifat tidak stabil. Atom-atom gas mulia bersifat stabil
karena kulit terluarnya terisi penuh oleh electron.
Tabel 2.1 Elektron Valensi Atom-Atom Gas Mulia
Atom
|
Konfigurasi
Elektron
|
Elektron
Valensi
|
₂He
|
2
|
2
|
₁₀Ne
|
2
8
|
8
|
₁₈Ar
|
2
8 8
|
8
|
₃₆Kr
|
2
8 18 8
|
8
|
₅₄Xe
|
2
8 18 18 8
|
8
|
₈₆Rn
|
2
8 18 32 18 8
|
8
|
2. Cara Atom-atom uang tidak stabil Mencapai Kestabilannya
Agar setiap atom itu stabil, atom harus berjumlah 8.
Golongan IA melepas 1 elektron
Golongan IIA melepas 2 elektron
Golongan IIIA melepas 3 elektron
Golongan IVA menerima 4 elektron
Golongan VA menerima 3 elektron
Golongan VIA menerima 2 elektron
Golongan VIIA menerima 1 elektron
Golongan VIIIA Stabil
3. Simbol Lewis (Kaidah oktet)
Untuk memudahkan kita dalam mempelajari ikatan kimia antar
atom,dengan digunakannya simbol Lewis yang menggambarkan elektron valensi suatu
atom. Cara penulisannya adalah:
1. Tuliskan simbol atomnya
2. Tempatkan titik mengelilingi simbol atomnya maksimum sampai
dengan 4 titik. Titik selanjutnya ditempatkan dengan titik sebelumnya sampai
mencapai konfigurasi oktet (8 elektron)
3. Setiap titik mewakili 1 elektron yang ada pada kulit terluar
atom tersebut. Tanda titik (.) bisa diganti oleh tanda silang (x), lingkaran
(o) dsb.
Ikatan kimia terdir iatas Ikatan Kimia Ion dan Kovalen.
Unsur yang melepas e⁻ : Unsur yang elektron valensi 1,2,3 (+)
Contoh:
₁₁Na : 2 8 1 = Na⁺ + e⁻
₁₂Mg : 2 8 2 = Mg²⁺ + 2e⁻
₁₃Al : 2 8 3 = Al³⁺ + 3e⁻
Unsur yang menerima e⁻ : Unsur yang elektron valensi 4,5,6,7 (-)
Contoh:
₆C : 2 4 = C + 4
e⁻ -> C⁴⁻
₇N : 2 5 = N + 3 e⁻ -> N³⁻
= O + 2 e⁻ -> O²⁻
₁₇Cl : 2 8 7 = Cl + e⁻ -> Cl⁻
Contoh pembentukan ion:
1. Na dengan Cl
₁₁Na : 2 8 1
₁₇Cl : 2 8 7
Na -> Na⁺+
e⁻ + Cl + e⁻ -> Cl⁻
Hasilnya: Na + Cl -> Na⁺ + Cl⁻ = NaCl
2. Al dengan O
₁₃Al : 2 8 3
₈O : 2 6
Al -> Al³⁺
+ 3e⁻ x 2 = 2Al -> 2Al³⁺+ 6e⁻
O + 2 e⁻ -> O²⁻ x 3 = 3O + 6e⁻ -> 3O²
Hasilnya:
2Al + 3O –> 2Al³⁺ + 3O² = Al₂O₃
3. Al dengan F
₁₃Al : 2 8 3
₉F = 2 7
Al -> Al³⁺
+ 3e⁻ x 2 = 2Al -> 2Al³⁺+ 6e⁻
F + 2 e⁻ -> F²⁻ x 3 = 3F + 6e⁻ -> 3F ²
Hasilnya: 2Al + 3F = 2Al³⁺ + 3F ² = Al₂F ₃
4. K dan He
₁₉K : 2 8 8 1
₂He : 2
Hasilnya: tidak dapat membentuk senyawa ion karena K dan He
sama-sama melepas e⁻.
5. Ca dengan N
₂₀Ca : 2 8 8 2
₇N : 2 5
Ca -> Ca²⁺+
2 e⁻ x 3 = 3Ca -> 3Ca²⁺ + 6 e⁻
N + 3 e⁻ -> N³⁻ x 2 = 2N + 6 e⁻ -> 2N³⁻
Hasilnya: 3Ca + 2N -> 3Ca²⁺ + 2N³⁻ = Ca₃N₂






saya almonawaroh dan hadir pak. saya ingin bertanya bagaimanakah cara atom-atom berikatan ?
BalasHapusBaik nak ,
BalasHapussebelumnya terlebih dahulu saya membahas dan kemudian saya simpulkan , supaya mudah dimengerti.
1. Elektronegativitas
Jenis ikatan yang terbentuk diantara sepasang atom ditentukan oleh kemampuan setiap atom untuk menarik elektron dari atom lainnya. Ion bermuatan positif disebut kation terbentuk jika atom kehilangan satu atau lebih elektronnya, dan jika bermuatan negatif disebut anion, terbentuk jika atom mendapat tambahan elektron. Untuk atom terisolasi yang bebas, kemampuan untuk melepas elektron diukur dari energi ionisasinya, sedangkan kemampuan untuk menambah elektron diukur dari afinitas elektronnya. Rerata diantara kedua atom terisolasi itu digunakan untuk mendefinisikan suatu kuantitas baru yang disebut elektronegativitas yang engukur kecenderungan bersih suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain yang akan diikatnya. Perbandingan nilai elektronegativitas dua buah atom menyiratkan apakah keduanya akan membentuk ikatan ionic, ikatan kovalen, atau kovalen polar.
apabila ∆E negatif maka terjadi pelepasan energi yang menyertai jalannya reaksi. Energi ionisasi selalu positif; masukan energi diperlukan untuk melepas elektron dari atom. Energi ionisasi mempengaruhi bagaimana atom berinteraksi dengan atom lain dalam membentuk ikatan kimia. Ini merupakan ukuran kestabilam konfigurasi elektron terluar dari suatu atom bebas; semakin besar nilainya, semakin besar energi yang diperlukan untuk memindahkan satu elektron terluar dari atom dan dengan demikian semakin stabil struktur elektron atom tersebut.
Energi ionisasi kedua , IE2, ialah energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron kedua, atau ∆E untuk proses:
X+(g) → X2+(g) + e–
Energi ionisasi ketiga, keempat, dan selanjutnya didefenisikan dengan cara yang sama.
kecenderungan atom untuk menyerahkan atau menerima elektron dalam ikatan kimia dinyatakan oleh nilai elektronegativitasnya. Atom yang sangat leketronegatif, di sebelah kanan table berkala, mudah menerima elektron dan membentuk ion negatif. Atom yang sangat elektropositif, disebelah kiri table berkala mudah melepaskan elektron untuk membentuk ion positif. Ikatan ionic, dimana elektronnya berpindah, terbentuk diantara atom-atom yang selisih elektronegativitasnya besar. Ikatan kovalen, dengan elektron-elektron yang digunakan bersama, terbentuk di antara atom-atom yang selisih elektronegativitasnya kecil.
Saya asmaul husna pak, saya tidak mengerti pak yang bagian cara2 atom mencapai kestabilannya? Bisakah bapak jelaskan secara ringkas .
BalasHapusbaiklah nak ,
BalasHapusAgar setiap atom itu stabil, atom harus berjumlah 8.
carcepnya kita harus ingat bahwa :
Golongan IA melepas 1 elektron
Golongan IIA melepas 2 elektron
Golongan IIIA melepas 3 elektron
Golongan IVA menerima 4 elektron
Golongan VA menerima 3 elektron
Golongan VIA menerima 2 elektron
Golongan VIIA menerima 1 elektron
Golongan VIIIA Stabil.
kemudian kita konfigurasikan dulu unsurnya . dari situ kita dapat menstabilkan unsur tersebut
contohnya :
₁₁Na : 2 8 1 = Na⁺ + e⁻
₁₂Mg : 2 8 2 = Mg²⁺ + 2e⁻
₁₃Al : 2 8 3 = Al³⁺ + 3e⁻
Unsur yang menerima e⁻ : Unsur yang elektron valensi 4,5,6,7 (-)
Contoh:
₆C : 2 4 = C + 4 e⁻ -> C⁴⁻
₇N : 2 5 = N + 3 e⁻ -> N³⁻
= O + 2 e⁻ -> O²⁻
₁₇Cl : 2 8 7 = Cl + e⁻ -> Cl⁻
Contoh pembentukan ion:
1. Na dengan Cl
₁₁Na : 2 8 1
₁₇Cl : 2 8 7
Na -> Na⁺+ e⁻ + Cl + e⁻ -> Cl⁻
Hasilnya: Na + Cl -> Na⁺ + Cl⁻ = NaCl
2. Al dengan O
₁₃Al : 2 8 3
₈O : 2 6
Al -> Al³⁺ + 3e⁻ x 2 = 2Al -> 2Al³⁺+ 6e⁻
O + 2 e⁻ -> O²⁻ x 3 = 3O + 6e⁻ -> 3O²
Hasilnya:
2Al + 3O –> 2Al³⁺ + 3O² = Al₂O₃
3. Al dengan F
₁₃Al : 2 8 3
₉F = 2 7
Al -> Al³⁺ + 3e⁻ x 2 = 2Al -> 2Al³⁺+ 6e⁻
F + 2 e⁻ -> F²⁻ x 3 = 3F + 6e⁻ -> 3F ²
Hasilnya: 2Al + 3F = 2Al³⁺ + 3F ² = Al₂F ₃
4. K dan He
₁₉K : 2 8 8 1
₂He : 2
Hasilnya: tidak dapat membentuk senyawa ion karena K dan He sama-sama melepas e⁻.
5. Ca dengan N
₂₀Ca : 2 8 8 2
₇N : 2 5
Ca -> Ca²⁺+ 2 e⁻ x 3 = 3Ca -> 3Ca²⁺ + 6 e⁻
N + 3 e⁻ -> N³⁻ x 2 = 2N + 6 e⁻ -> 2N³⁻
Hasilnya: 3Ca + 2N -> 3Ca²⁺ + 2N³⁻ = Ca₃N₂
Saya dea aryesa pak.. Saya kurang paham tentang lewis pak.. Bisakah bapak memberi contoh simbol Lewis yang menggambarkan elektron valensi suatu atom.. Terimakasih sebelumnya pak
BalasHapusSaya dea aryesa pak.. Saya kurang paham tentang lewis pak.. Bisakah bapak memberi contoh simbol Lewis yang menggambarkan elektron valensi suatu atom.. Terimakasih sebelumnya pak
BalasHapushadir pak, pak saya ingin bertanya mengapa unsur-unsur itu ingin mencapai kestabilan?
BalasHapuskarena dengan mencapai kestabilan , unsur dapat berada dialam bebas.
Hapusini link nya nak , yaitu contoh tentag struktur lewis . soalnya gambar dak bisa dimasukkan ke komentar nak.
BalasHapushttp://rumushitung.com/wp-content/uploads/2015/12/struktur-lewis-H2SO4-asam-sulfat.png
ini untuk menjawab kebingungan dhea aryesa
Hapus